RSS

Peringatan Hari Valentine Menurut Hukum Islam

Sejarah Hari Valentine ini Ternyata Tidak Semua Orang Tahu, Bahkan Banyak Yang Sering Merayakannya Sebagai Hari Kasih Sayang Sekalipun Tidak Tahu Sejarah Valentine dan Selama ini Hanya Ikut-Ikutan Saja. Benarkan Valentine dan Sejarahnya Benar-Benar Mewakili Rasa Cinta Kasih? Untuk Selengkapnya Kita Simak Saja Sejarah Valentine dan Peringatan Hari Valentine Menurut Hukum Islam. Ada Beberapa Versi Sejarah dan Riwayat Hari Valentine, Sedikitnya Terdapat 4 Versi Sejarah Yang Berbeda Tentang Asal Usul Hari Valentine dan Yang Mana Yang Lebih Masuk Akal, Silahkan Dinilai Sendiri

Sejarah Valentine Versi 1

Valentine Adalah Seorang Pendeta Yang Hidup di Roma Pada Abad Ke-III. Dia Hidup di Kerajaan Yang Saat itu Dipimpin Oleh Kaisar Claudius Yang Terkenal Kejam. Dia Sangat Membenci Kaisar Tersebut. Claudius Berambisi Memiliki Pasukan Militer Yang Besar, Dia Ingin Semua Pria di Kerajaannya Bergabung di Dalamya. Namun Sayangnya Keinginan ini Tidak Didukung. Para Pria Enggan Terlibat Dalam Peperangan. Karena Mereka Tak Ingin Meninggalkan Keluarga dan Kekasih Hatinya. Hal ini Membuat Claudius Marah, Dia Segera Memerintahkan Pejabatnya Untuk Melakukan Sebuah Ide Gila. Claudius Berfikir Bahwa Jika Pria Tidak Menikah, Mereka Akan Senang Hati Bergabung Dengan Militer. Lalu Claudius Melarang Adanya Pernikahan. Pasangan Muda Saat itu Menganggap Keputusan ini Sangat Tidak Masuk Akal. Karenanya Santo Valentine Menolak Untuk Melaksanakannya. Santo Valentine Tetap Melaksanakan Tugasnya Sebagai Pendeta, Yaitu Menikahkan Para Pasangan Yang Tengah Jatuh Cinta Meskipun Secara Rahasia. Aksi ini Akhirnya Diketahui Oleh Kaisar Yang Segera Memberinya Peringatan, Namun Dia Tidak Menggubris dan Tetap Memberkati Pernikahan Dalam Sebuah Kapel Kecil Yang Hanya Diterangi Cahaya Lilin

Sampai Pada Suatu Malam, Dia Tertangkap Basah Memberkati Salah Satu Pasangan. Pasangan Tersebut Berhasil Melarikan Diri, Namun Malang Santo Valentine Tertangkap. Dia Dijebloskan ke Dalam Penjara dan Divonis Hukuman Mati Dengan Dipenggal Kepalanya. Bukannya Dihina Oleh Orang-Orang, Santo Valentine Malah Dikunjungi Banyak Orang Yang Mendukung Aksinya Itu. Mereka Melemparkan Bunga dan Pesan Berisi Dukungan di Jendela Penjara Dimana Dia Ditahan. Salah Satu Dari Orang-Orang Yang Percaya Pada Cinta Kasih itu Adalah Putri Penjaga Penjara Sendiri. Sang Ayah Mengijinkan Putrinya Untuk Mengunjungi Santo Valentine. Tak Jarang Mereka Berbicara Lama Sekali. Gadis itu Menumbuhkan Kembali Semangat Sang Pendeta. Dia Setuju Bahwa Santo Valentine Telah Melakukan Hal Yang Benar

Pada Hari Saat Dia Dipancung Kepalanya, Yakni Tanggal 14 Februari 269, Santo Valentine Menyempatkan Diri Menuliskan Sebuah Pesan Untuk Gadis Putri Sipir Penjara Tadi, Dia Menuliskan Dengan Cinta Dari Valentinusmu. Pesan Itulah Yang Kemudian Mengubah Segalanya. Kini Setiap Tanggal 14 Februari Orang di Berbagai Belahan Dunia Merayakannya Sebagai Hari Kasih Sayang. Orang-Orang Yang Merayakan Hari itu Mengenang Santo Valentine Sebagai Pejuang Cinta, Sementara Kaisar Claudius Dikenang Sebagai Seseorang Yang Berusaha Mengenyahkan Cinta

Sejarah Valentine Versi 2

Menurut Ensiklopedi Katolik, Nama Valentinus Diduga Bisa Merujuk Pada Tiga Martir atau Santo (Orang Suci) Yang Berbeda Yaitu Dibawah ini :
• Pastur di Roma
• Uskup Interamna (Modern Terni)
• Martir di Provinsi Romawi Afrika

Hubungan Antara Ketiga Martir ini Dengan Hari Raya Kasih Sayang (Valentine) Tidak Jelas. Bahkan Paus Gelasius I, Pada Tahun 496, Menyatakan Bahwa Sebenarnya Tidak Ada Yang Diketahui Mengenai Martir-Martir ini Namun Hari 14 Februari Ditetapkan Sebagai Hari Raya Peringatan Santo Valentinus. Ada Yang Mengatakan Bahwa Paus Gelasius I Sengaja Menetapkan Hal ini Untuk Mengungguli Hari Raya Lupercal Dia Yang Dirayakan Pada Tanggal 15 Februari. Sisa-Sisa Kerangka Yang Digali Dari Makam Santo Hyppolytus, Diidentifikasikan Sebagai Jenazah Santo Valentinus. Kemudian Ditaruh Dalam Sebuah Peti Dari Emas dan Dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini Telah Diberikan Kepada Mereka Oleh Paus Gregorius XVI Pada Tahun 1836

Banyak Wisatawan Sekarang Yang Berziarah ke Gereja ini Pada Hari Valentine (14 Februari), di Mana Peti Dari Emas Diarak Dalam Sebuah Prosesi dan Dibawa ke Sebuah Altar Tinggi. Pada Hari itu Dilakukan Sebuah Misa Yang Khusus Diadakan dan Dipersembahkan Kepada Para Muda-Mudi dan Mereka Yang Sedang Menjalin Hubungan Cinta. Hari Raya ini Dihapus Dari Kalender Gerejawi Pada Tahun 1969 Sebagai Bagian Dari Sebuah Usaha Yang Lebih Luas Untuk Menghapus Santo-Santo Yang Asal-Muasalnya Tidak Jelas, Meragukan dan Hanya Berbasis Pada Legenda Saja. Namun Pesta ini Masih Dirayakan Pada Paroki-Paroki Tertentu

Sejarah Valentine Versi 3

Catatan Pertama Dihubungkannya Hari Raya Santo Valentinus Dengan Cinta Romantis Adalah Pada Abad Ke-14 di Inggris dan Perancis, di Mana Dipercayai Bahwa 14 Februari Adalah Hari Ketika Burung Mencari Pasangan Untuk Kawin. Kepercayaan ini Ditulis Pada Karya Sastrawan Inggris Pertengahan Bernama Geoffrey Chaucer. Dia Menulis di Cerita Parlement Of Foules (Percakapan Burung-Burung) Bahwa : For This Was Sent On Seynt Valentyne’s Day (Bahwa Inilah Dikirim Pada Hari Santo Valentinus) Whan Every Foul Cometh Ther To Choose His Mate (Saat Semua Burung Datang ke Sana Untuk Memilih Pasangannya)

Pada Jaman itu Bagi Para Pencinta Sudah Lazim Untuk Bertukaran Catatan Pada Hari Valentine dan Memanggil Pasangan Valentine Mereka. Sebuah Kartu Valentine Yang Berasal Dari Abad Ke-14 Konon Merupakan Bagian Dari Koleksi Naskah British Library di London. Kemungkinan Besar Banyak Legenda-Legenda Mengenai Santo Valentinus Diciptakan Pada Jaman Ini. Beberapa di Antaranya Bercerita Bahwa :
• Sore Hari Sebelum Santo Valentinus Akan Mati Sebagai Martir (Mati Syahid), Dia Telah Menulis Sebuah Pernyataan Cinta Kecil Yang Diberikannya Kepada Sipir Penjaranya Yang Tertulis "Dari Valentinusmu"
• Ketika Serdadu Romawi Dilarang Menikah Oleh Kaisar Claudius II, Santo Valentinus Secara Rahasia Membantu Menikahkan Mereka Diam-Diam. Pada Kebanyakan Versi Legenda-Legenda Ini, 14 Februari Dihubungkan Dengan Gugurnya Sebagai Martir

Sejarah Valentine Versi 4

Menurut Tarikh Kalender Athena Kuno, Periode Antara Pertengahan Januari Dengan Pertengahan Februari Adalah Bulan Gamelion, Yang Dipersembahkan Kepada Pernikahan Suci Dewa Zeus dan Hera. Di Roma Kuno, 15 Februari Adalah Hari Raya Lupercalia, Sebuah Perayaan Lupercus, Dewa Kesuburan, Yang Dilambangkan Setengah Telanjang dan Berpakaian Kulit Kambing. Sebagai Ritual Penyucian, Para Pendeta Lupercus Mempersembahkan Korban Kambing Kepada Dewa dan Kemudian Setelah Minum Anggur, Mereka Akan Berlari-Lari di Jalanan Kota Roma Sambil Membawa Potongan Kulit Domba dan Menyentuh Siapa Pun Yang Mereka Jumpai di Jalan. Sebagian Ahli Sejarah Mengatakan ini Sebagai Salah Satu Sebab Cikal Bakal Hari Valentine

Bolehkah Memperingati Hari Valentine Menurut Hukum Islam?

Bila Dalam Merayakannya Bermaksud Untuk Mengenang Kembali Santo Valentine Maka Tidak Disangsikan Lagi Bahwa Dia Telah Melakukan Perbuatan Kekafiran. Adapun Bila Dia Tidak Bermaksud Demikian Maka Dia Telah Melakukan Suatu Kemungkaran Yang Besar. Ibnu Qoyyim Al Jauziyah Rohimahulloh Berkata, “Memberi Selamat atas Acara Ritual Orang Kafir Yang Khusus Bagi Mereka, Telah Disepakati Bahwa Perbuatan Tersebut Haram. Semisal Memberi Selamat atas Hari Raya dan Puasa Mereka, Dengan Mengucapkan, “Selamat Hari Raya” dan Sejenisnya. Bagi Yang Mengucapkannya, Kalaupun Tidak Sampai Pada Kekafiran, Paling Tidak itu Merupakan Perbuatan Haram. Berarti Dia Telah Memberi Selamat atas Perbuatan Mereka Yang Menyekutukan Allah. Bahkan Perbuatan Tersebut Lebih Besar Dosanya di Sisi Allah dan Lebih Dimurkai Dari Pada Memberi Selamat atas Perbuatan Minum Khamer atau Membunuh. Banyak Orang Yang Kurang Mengerti Agama Terjerumus Dalam Suatu Perbuatan Tanpa Menyadari Buruknya Perbuatan Tersebut. Seperti Orang Yang Memberi Selamat Kepada Orang Lain atas Perbuatan Maksiat, Bid’ah atau Kekufuran Maka Dia Telah Menyiapkan Diri Untuk Mendapatkan Kemarahan dan Kemurkaan Allah

Melihat Asal-Usulnya Jelas Hari Valentine Merupakan Suatu Upacara Yang Dilakukan Oleh Orang Non Islam, Sesuai Dengan Sabda Nabi, Diriwayatkan Daripada Abu Said Al-Khudri r.a Katanya, Rasulullah S.A.W Bersabda : "Kamu Telah Mengikuti Sunnah Orang-Orang Sebelum Kamu Sejengkal Demi Sejengkal, Sehasta Demi Sehasta. Sehingga Apabila Mereka Masuk ke Dalam Lubang Biawak Kamu Tetap Mengikuti Mereka". Kami Bertanya : "Wahai Rasulullah, Apakah Yang Kamu Maksudkan Itu Adalah Orang-Orang Yahudi dan Orang-Orang Nasrani?" Baginda Bersabda : "Kalau Bukan Mereka, Siapa Lagi?" (Sahih Hadits Bukhori-Muslim No. 1557)

“Katakanlah : Ta`atilah Allah dan Rasul-Nya. Jika Kamu Berpaling, Maka Sesungguhnya Allah Tidak Menyukai Orang-Orang Kafir” (Ali Imran : 32)

Jelas Bahwa Peringatan Tersebut Bukan Berasalal Dari Agama Islam. Peringatan Valentine’s Day Adalah Upacara Yang Ditetapkan Oleh Pihak Gereja Atau Para Pastor Nashrani. Sedangkan Sesuai Dengan Penjelasan Al-Qur’an : “Mereka Menjadikan Orang-Orang Alimnya dan Rahib-Rahib Mereka Sebagai Tuhan Selain Allah dan (Juga Mereka Mempertuhankan) Al-Masih Putera Maryam. Padahal Mereka Hanya Disuruh Menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak Ada Tuhan (Yang Berhak Disembah) Selain Dia. Maha Suci Allah Dari Apa Yang Mereka Persekutukan” ( At Taubah : 31 )

Pihak Rahib (Pendeta) Telah Menghalalkan Hubungan Antar Sesama Lawan Jenis. Pihak Gereja (Paus Galasium I) Telah Mengadopsi Upacara Pesan-Pesan Cinta, Dansa Dansi dan Berzina Menjadi Upacara Persucian Diri. Dengan Kata Lain, Penobatan Santo Valentine Sebagai Tokoh “Pembela Kasih Sayang” Disertai Dengan Kemaksiatan Sebagai Hal Yang Wajar, Jelaslah Bahwa Hal Ini Tidak Bisa di Tolelir Dalam Islam dan Islam Tidak Menghendaki Keberadaannya

Allahu A’lam Bish Showab

Sumber : www.mediamuslim.info


Brainwave Synchronization Audio Therapy Technology